Ramadan atau Ramadhan? Mana yang Tepat?

Facebook
Email
WhatsApp

Halo, Sobat IQR! Sebentar lagi bulan Ramadan nih, kami datang membawa kejutan untuk kalian semua.

Wah apa tuh kejutannya? THR ya?

Eits… Kejutannya adalah… Teka-teki terkait diksi. Seringkali masih ditemukan kekeliruan dalam tata bahasa dari sebuah tulisan. Berhubung sebentar lagi bulan Ramadan, di sini akan diulas diksi-diksi yang lekat dengan nuansa Ramadan.

Pertanyaannya: 

1) Manakah yang tepat? Ramadan atau Ramadhan?

2) Kalau buka puasa, enaknya itu minum apa? Sirup atau Sirop?

3) Apa nama benda yang dipukul sebelum azan berkumandang? Khususnya azan Magrib tanda berbuka puasa.

Oke, kita kupas tuntas di sini, diharapkan teman-teman sudah menjawab duluan di kolom komentar sebelum melihat jawabannya hehe.
Jadi, pertanyaan pertama jawabannya itu “Ramadan”. “Loh kok gitu? Akar katanya kan dari Ramadhan, pake huruf dha.” Sebagaimana yang kita ketahui, kata Ramadhan itu berasal dari bahasa Arab. Dalam KBBI, yang tepat itu Ramadan. Adapun pengertian dari kata Ramadan itu adalah bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam yang sudah akil balig diwajibkan berpuasa.

Maknanya sama, hanya saja susunan hurufnya berbeda karena menyesuaikan variasi alfabet di Indonesia (tidak terdapat huruf “dh” atau “dha”).

Pertanyaan kedua, kata yang baku adalah Sirop. Siapa nih yang suka mengamati iklan-iklan sirop selama puasa? Dalam KBBI, sirop bisa diartikan dalam dua definisi, yaitu:

  1. n air gula agak kental, terkadang diberi esens dan diwarnai; setrup
  2. n obat berbentuk cairan berasa manis

Sirop yang nikmat untuk buka puasa tentunya yang di poin satu ya guys.

Pertanyaan ketiga jawabannya adalah beduk bukan bedug. Pake “k” bukan “g”. Menurut KBBI, beduk adalah gendang besar (di surau atau masjid yang dipukul untuk memberitahukan waktu salat).

Nah, itu dia secuil pengetahuan yang bisa dijabarkan, semoga bermanfaat.

Coba buat kalimat dengan tiga kata di atas: ramadan, sirop, dan beduk. Tinggalkan jejakmu di kolom komentar.