Sejarah Konflik Israel-Palestina di Sheikh Jarrah

Facebook
Email
WhatsApp
konflik israel palestina

Konflik Israel vs Palestina seperti tidak berkesudahan. Salah satu konflik yang sedang memanas bertempat di Sheikh Jarrah. 

Sheikh Jarrah adalah sebuah wilayah Palestina di Yerusalem Timur, yang berjarak 2 kilometer dari Kota Tua, di jalan menuju Gunung Scopus.

Kali ini, Sobat IQR baca mengenai sejarah konflik yang terjadi di Sheikh Jarrah.

Pasca pengusiran orang Palestina pada tahun 1948 oleh geng Zionis menyebabkan segenap rakyat Palestina mengungsi ke negera tetangga. Namun, tak semua mengungsi. Sebab, 29 keluarga memilih menetap di kawasan Sheikh Jarrah, Yerussalem Timur pada tahun 1956. Berdasarkan Toponimi (seorang jurnalis), kawasan Sheikh Jarrah berasal dari nama dokter pribadi pemimpin Islam kesohor, Salahuddin Ayyubi yang menetap di wilayah tersebut.

Alhasil, 28 keluarga pengungsi itu mencapai kesepakatan dengan Kementerian Pembangunan Yordania dan Sadan Pengungsi PBB (UNRW) untuk menyediakan perumahan bagi mereka di Sheikh Jarrah. Setelahnya, pada 1960-an, keluarga tersebut menyetujui kesepakatan dengan pemerintah Yordania yang akan menjadikan mereka sebagai pemilik tanah dari rumah tersebut.

Namun,  kesepakatan  itu  batal.  Penyebabnya  karena  Israel  keburu merebut dan secara ilegal menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam perang Timur  Tengah  1967.  Yang  mana,  berakibat  pada Yordania kehilangan kendali atas wilayah Sheikh Jarrah. Semenjak itu, situasi tak lagi menyenangkan bagi pemukim Palestina di Sheikh Jarrah. Pihak Israel lalu mengklaim secara resmi bahwa mereka yang berhak atas tanah di mana rumah-rumah pemukim  Palestina  itu dibangun.

Dua asosiasi pemukiman Israel, Sephardic Committee and the Knesset Committee of Israel bahkan meminta pengadilan untuk mengusir empat keluarga  dari  rumah  mereka  dengan  tuduhan  perampasan tanah. Tak mau kalah, penduduk Palestina menunjuk  seorang pengacara untuk membela hak-hak mereka atas tanah. Lantaran itu pada tahun 1976, sebuah putusan dari pengadilan Israel mendukung mereka  sebagai  pemilik  tanah.

Keputusan tersebut didapat  dengan pengadilan menggunakan cara licik dengan melakukan pendaftaran baru atas tanah lewat Depertemen Pendaftaran tanah Israel. Buahnya, tanah di Sheikh Jarrah jadi milik asisosiasi pemukiman Israel.

Sejak itu, warga Palestina di Sheikh Jarrah diperlakukan sebagai penyewa. Mereka menghadapi tuntutan dari pihak  Israel untuk mengambil alih rumah mereka.

Lebih lagi, kuasa hukum yang dipilih oleh warga Palestina jadi biang keladi putusan menyesakkan. Putusan itu berkata jika  warga Palestina gagal membayar sewa pada asosiasi pemukiman Israel, mereka akan digusur.

Sengketa tanah masih  berlanjut hingga memasuki tahun 2000-an. Asosiasi pemukiman Israel yang merasa menang  meminta pengadilan mempercepat eksekusi penggusuran rumah warga Palestina.

sheikh jarrah

IQR sedang mencari sejuta orang baik untuk menjadi donatur program Rumah Tahfiz dan Wakaf Quran untuk Negeri.

Transfer Bank BNI Syariah 

0983567720

a/n Rizkya Prinanda